Buku Mengenal “Main” Bela diri Suku Dayak Ngaju adalah upaya penting dalam memperkenalkan, mendokumentasikan, dan melestarikan seni bela diri tradisional yang
menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Kalimantan Tengah. Seni “main” tidak hanya menggambarkan keterampilan fisik, tetapi juga mencerminkan falsafah hidup masyarakat Dayak Ngaju yang menjunjung keberanian, kehormatan, kebijaksanaan, serta harmoni dengan alam. Dokumentasi seperti ini sangat berharga untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur, teknik tradisional, dan sejarah bela diri Dayak tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Pada masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, ilmu bela diri bukan hanya keterampilan fisik, melainkan bagian dari sistem budaya yang menyatu dengan kepercayaan leluhur, ritual adat, serta pola hidup sehari-hari. Asal-usulnya dapat ditelusuri dari tiga akar utama: tradisi perburuan, kebutuhan mempertahankan diri di hutan maupun menghadapi serangan asang, serta keyakinan terhadap roh-roh penjaga yang diyakini memberi perlindungan dan kebijaksanaan kepada para pemuda yang mempelajarinya. Pada masa lampau, suku Dayak Ngaju menyebut ilmu bela diri dengan istilah Main. Orang yang mengajarkan teknik main disebut Guru Main, sedangkan seseorang yang menguasai dan mempraktikkannya dikenal sebagai Pemain.
Buku ini berupaya mendokumentasikan seni main Dayak Ngaju dalam bentuk tulisan naratif, agar warisan gerak, pengetahuan, serta nilai-nilai leluhur tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Tidak semua pola gerak dapat dihadirkan dalam tulisan ini karena keterbatasan bentuk naratif. Setiap aliran di berbagai daerah pun memiliki karakter gerak yang berbeda-beda, sebab ilmu main diajarkan secara lisan, diwariskan turun-temurun, dan hanya dalam lingkup yang terbatas. Tidak semua orang berkesempatan mempelajari ilmu main. Selain itu, kondisi alam dan lingkungan tempat tumbuhnya suatu aliran turut membentuk teknik dan gaya geraknya. Tulisan ini hanya mampu menghadirkan gambaran konseptual; sementara hakikat gerakan dalam seni main tetap harus dipelajari melalui praktik langsung. Gerak dalam seni main melampaui batas kata-kata—apa yang tertulis di sini hanyalah bayangan dari keluwesan gerak yang sesungguhnya.
Leave Your Comments