Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi, Kuatkan Sinergi dan Komitmen Lintas Sektor untuk Literasi Masyarakat yang Berkelanjutan
Pustakawan ahli utama Perpusnas RI menyampaikan Sambutan Kepala Perpusnas RI
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Pertemuan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (19/11/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) ini dihadiri oleh 114 peserta yang mewakili berbagai lembaga, institusi, organisasi masyarakat, perangkat daerah, serta pengelola perpustakaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kegiatan bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan keberlanjutan program literasi melalui penguatan kapasitas, kebijakan, dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Dispursip Kalteng) dalam sambutannya melalui Sekretaris Dinas Arthur Mukkun, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pihak yang hadir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan literasi masyarakat tidak dapat dicapai hanya melalui peran lembaga perpustakaan, tetapi memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Transformasi perpustakaan tidak hanya menyentuh aspek layanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan sinergi lintas sektor, kami optimistis program TPBIS akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili oleh Pustakawan Ahli Muda Perpusnas RI Upriyadi, turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat layanan perpustakaan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Transformasi perpustakaan tidak mungkin berjalan tanpa dukungan semua pihak. Kolaborasi adalah kunci agar perpustakaan mampu menjadi pusat pengetahuan, pemberdayaan, dan inovasi bagi masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada Provinsi Kalimantan Tengah yang terus mendorong penguatan jejaring kerja serta komitmen lintas sektor dalam pengembangan literasi,” ungkapnya.
Pustakawan ahli utama Perpusnas RI menyampaikan Sambutan Kepala Perpusnas RI
Melalui diskusi dan pemaparan yang dilakukan dalam pertemuan ini, para peserta menyepakati sejumlah langkah strategis sebagai upaya penguatan literasi masyarakat di Kalimantan Tengah. Adapun poin-poin kesepakatan tersebut meliputi: 1. Pemantapan Materi TPBIS melalui kegiatan sosialisasi serta pembuatan konten praktik baik (best practices) yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dan penyebarluasan strategi TPBIS. 2. Penguatan kebijakan daerah dengan menyusun Surat Edaran Gubernur untuk memperkuat kolaborasi antar stakeholder di kabupaten/kota. 3. Penguatan informasi pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) dalam mendukung pengembangan literasi dan pengembangan perpustakaan desa. 4. Pelatihan bagi pengelola perpustakaan desa guna meningkatkan kapasitas layanan dan pengelolaan berbasis kebutuhan masyarakat. 5. Pembuatan database literasi berbasis GIS yang dapat diakses oleh masyarakat sebagai bagian dari transparansi informasi dan pemetaan layanan literasi. 6. Capacity Building bagi pengelola Perpustakaan Umum melalui kolaborasi aktif dengan berbagai pihak terkait. 7. Pemberian Apresiasi TPBIS dan Komunitas Literasi untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan literasi.
Kesepakatan tersebut telah dirumuskan dalam bentuk berita acara dan ditandatangani oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan harapan juga dapat mendukung visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengembangkan layanan perpustakaan dan pemberdayaan masyarakat melalui TPBIS. Sinergi lintas sektor yang terbangun diharapkan mampu mempercepat pencapaian tujuan literasi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. (Shofia/Edt:Renny/Foto:Dok.Publikasi Dispursip Kalteng).
Leave Your Comments